Kebakaran Hutan di Spanyol, 9.000 Orang Dievakuasi

Sedikitnya 9.000 orang dievakuasi dari sejumlah desa di Kepulauan Canary akibat kebakaran hutan yang meluas dengan cepat dalam dua hari terakhir.

Presiden Kepulauan Canary, Angel Victor Torres, mengatakan 1.100 petugas pemadam kebakaran dikerahkan secara bergiliran bersama dengan 16 pesawat militer untuk memadamkan api yang berkobar hingga mencapai ketinggian 50 meter.

"Kami mendapat laporan bahwa sekitar 6.000 hektare hutan telah hangus hanya dalam 48 jam. Hal ini memaksa petugas mengevakuasi sekitar 9.000 warga dari desa-desa sekitar dan menutup akses ke lokasi terdampak," kata Torres, Senin (19/8).

Dijelaskan, kebakaran paling parah terjadi di Grand Canary, salah satu pulau terbesar di Kepulauan Canary, yang menjadi destinasi wisata populer di Eropa karena pantai dan pegunungannya.

Petugas pemadam melaporkan api yang digambarkan sebagai "monster" sedang berpacu melintasi hutan kering ke Taman Alam Tamadaba, yang dianggap sebagai salah satu permata di Grand Canary. Taman Alam Tamadaba adalah satu pulau vulkanik bergunung-gunung di wilayah Samudra Atlantik.

Menteri Pertanian dan Kehutanan Spanyol, Luis Planas, mengatakan pada konferensi pers di Las Palmas bahwa Madrid mengirim pesawat nirawak "mutakhir" ke pulau itu yang dapat menyiarkan gambar api di malam hari.

"Satu pesawat di Gran Canary juga mengoordinasikan pergerakan penerbangan untuk mencegah kecelakaan udara," kata Planas.

Petugas pemadam dan tanggap darurat bekerja keras menghadapi api yang membesar dan meluas karena tiupan angin kencang. Suhu musim panas di Spanyol diperkirakan mencapai 36 derajat Celcius dan meningkat menjadi 38 Celcius akhir pekan ini.

Kepala satuan gawat darurat Gran Canary, Frederico Grillo, mengatakan kebakaran hutan kali ini jauh lebih buruk daripada ketika warga masih bekerja dan tinggal di pedesaan dekat hutan.

Para ahli mengatakan, kebakaran hutan biasa terjadi di Eropa selatan selama bulan-bulan musim panas yang kering, tetapi perubahan gaya hidup dan pengosongan daerah pedesaan telah membuat hutan lebih rentan terbakar saat musim panas.

"Keberadaan warga di pedesaan membantu menjaga hutan lebih tertib," ujar Grillo.