Kebakaran di Kilang Minyak Iran Sebabkan 11 Orang Luka-luka

Api yang membakar kilang minyak Iran berhasil dikendalikan pada Kamis (3/6), tetapi belum sepenuhnya padam.

Kebakaran dipicu oleh ledakan akibat kebocoran di dua tangki, Rabu (3/6). Insiden itu menyebabkan 11 orang terluka.

"Api di kilang telah dikendalikan," kata juru bicara Perusahaan Penyulingan Minyak Teheran Shaker Khafai seperti dilaporkan IRNA dikutip AFP.

Kepulan asap hitam masih membumbung di lokasi kebakaran pada Kamis sore, meskipun tidak setebal sehari sebelumnya.

 

"Sebelas orang, termasuk sembilan petugas pemadam kebakaran yang menangani kobaran api, terluka," ucap juru bicara layanan penyelamatan nasional Mojtaba Khaledi.

Empat orang harus menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk tiga petugas pemadam kebakaran.

 
 

Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Kilang minyak itu berada di zona industri besar di pinggiran Teheran, hanya beberapa ratus meter dari daerah permukiman.

Telah beroperasi sejak 1968, kilang minyak itu memiliki kapasitas 250.000 barel per hari.

Kecelakaan industri termasuk insiden yang sering terjadi di Iran.

Pada 23 Mei lalu, sembilan orang terluka dalam ledakan di sebuah pabrik yang memproduksi bahan peledak di Iran tengah.

Tiga hari kemudian, ledakan pipa terjadi di kompleks petrokimia dekat pantai Teluk Iran dan menewaskan satu orang.

Iran selama ini memandang musuh bebuyutannya, Israel, sebagai dalang di balik dua insiden di fasilitas nuklirnya tahun lalu. Teheran menganggapnya sebagai tindakan sabotase.

Beberapa pejabat Iran melihat berbagai peristiwa sebagai akibat dari serangan agen-agen Israel.

Namun, sanksi Amerika Serikat, yang hampir sepenuhnya mengisolasi Iran, mempersulit pemeliharaan fasilitas industri, dinilai sebagai penyebab paling mungkin.