Banjir dan Longsor Landa Simeulue Aceh

08 Nov 2017
By: Dwi Septiyanto | Rabu, 08 Nevember 2017 | Pukul 14.24 WIB / Antaranews.com

Bencana alam banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Simeuleu, Provinsi Aceh akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur dua hari terakhir.

"Hujannya sejak kemarin (Selasa) sampai siang ini belum reda. Banjir terjadi pada sejumlah lokasi sementara untuk longsor yang sudah terpantau di Jalan Pulau Bengkalak,"kata Koordinator Pos Searc And Rescue (SAR) Simeulue, Rahmad Kenedy, yang dihubungi lewat teleponnya, di Meulaboh, Rabu.

Dalam laporan yang diterima wartawan di Meulaboh, bencana melanda pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Simeulue Timur dan Kecamatan Teupah Seulatan, pada Rabu, (8/11), sejak pukul 01.30 WIB dan infonya telah ada infrastruktur yang rusak.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue bersama unsur terkait lainnya sudah turun melakukan penanganan dan memantau adanya kerusakan jembatan yang ambruk di Desa Kuala Makmur, Kecamatan Simeulu Timur.

Pihak terkait bersama alat berat berupa excavator juga sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan tanah longsor yang terjadi di Jalan Bengkalak, Kecamatan Teupah Selatan dan Desa Kuala Makmur, Kecamatan Simeulue Timur.

"Hari ini instansi terkait di daerah sudah turun, Wakil Bupati Simeulue juga informasinya sudah berada di sana bersama BPBD. Kondisinya masih hujan terus, potensi banjir bisa saja terus terjadi apabila guyuran hujan tidak berhenti,"jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, secara tugas dan fungsinya Basarnas lebih kepada penyelamatan jiwa dan apabila mendapatkan laporan membutuhkan penyelamatan maupun pencarian, Basarnas sudah siap bergerak.

Wilayah Simeulue berada di kepulauan terluar Provinsi Aceh, juga berisiko terhadap ancaman bencana dari laut dan Satgas SAR Simeulue dalam kondisi stanby dan monitoring terhadap semua ancaman bencana.

Banjir juga melanda sejumlah wilayah lain, seperti di Kabupaten Singkil, ketinggian air banjir di daerah itu mencapai 2 meter, bahkan memutus akses jalan nasional antar Subulussalam-Singkil, serta menyeret kendaraan masyarakat yang melintas.

Sementara kondisi cuaca saat ini di wilayah barat selatan Aceh dilaporkan masih dalam suana diguyur hujan, sejak Selasa siang hingga Rabu, potensi banjir meluas bisa terjadi apabila curah hujan tidak berhenti, terutama kawasan terdekat bantaran sungai.


Create Account



Log In Your Account