Kebakaran di Yunani Tewaskan 50 Orang

30 Jul 2018
By: Yudhistira Ari Maesa | Pukul 08.00 WIB / https://www.bbc.com/indonesia

Kebakaran hutan di Yunani telah menewaskan 50 orang dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka, selagi pemerintah mencari bantuan internasional.

Ratusan petugas pemadam kebakaran masih berjuang melawan api yang menyala dan sejumlah warga telah meninggalkan rumah mereka di dekat ibu kota, Athena.

Operasi pencarian dan penyelamatan dikerahkan untuk menolong 10 wisatawan yang melarikan diri dari kebakaran, kata para pejabat.

"Kemungkinan apapun akan kami lakukan untuk dapat mengendalikan (kebakaran)," kata Perdana Menteri Alexis Tsipras kepada wartawan.

Sebagai bentuk tanggapan terhadap bencana tersebut ia mempersingkat perjalanan dinasnya ke Bosnia untuk dapat segera membantu mengkoordinasikan situasi yang "sangat sulit"

Pada Selasa (24/7), juru bicara pemerintah Dimitris Tzanakopoulos membenarkan bahwa korban yang meninggal telah meningkat menjadi 50 orang.

Sebagian besar korban yang meninggal terjebak di resor Mati, 40km sebelah timur laut Athena, dan meninggal di rumah atau mobil mereka.

Lebih dari 104 orang terluka, 11 di antara mereka mengalami luka yang serius. Dari para korban cedera juga terdapat 16 anak-anak.

Miltiadis Vyronas, dari layanan darurat Ekav, mengatakan bahwa 25 orang telah dibawa ke rumah sakit dan empat orang mengalami luka berat.

Melalui tayangan video dramatis yang diunggah ke media sosial, tampak bangunan yang rusak, langit yang dipenuhi asap berwarna oranye, dan orang-orang yang sedang berusaha melarikan diri dari kebakaran dengan menggunakan mobil.

Perdana Menteri Tsipras mengatakan bahwa "semua pasukan darurat telah diarahkan" dan menyatakan bahwa di wilayah Attica di sekitar Athena telah mengalami keadaan darurat.

Pemerintah telah meminta bantuan helikopter dan petugas pemadam kebakaran tambahan kepada negara-negara Eropa lainnya untuk mengatasi kebakaran yang terjadi.

Sebelumnya, pada hari Senin, penduduk wilayah pesisir dekat Athena diberitahu untuk meninggalkan rumah mereka karena kebakaran yang menyebar tidak dapat dikendalikan. Ratusan anak-anak juga telah dievakuasi dari kamp liburan.

Cuaca ekstrem juga menyebabkan kebakaran hutan di Swedia.

Berbagai negara termasuk Italia, Jerman, Polandia dan Prancis telah mengirimkan bantuan dalam bentuk pesawat tambahan, kendaraan dan petugas pemadam kebakaran.

Tetapi seiring dengan suhu yang meningkat, mereka berpacu dengan waktu untuk dapat mengendalikan nyala api.


Create Account



Log In Your Account