Cuaca Panas Picu Kebakaran Lahan di Australia

04 Mar 2019
By: Yudhistira Ari Maesa | Pukul 08.00 WIB / /www.cnnindonesia.com/internasional

Jakarta, CNN Indonesia -- Rekor cuaca panas di Australia memicu kebakaran lahan di 25 titik di negara bagian Victoria hingga Minggu (3/3). Rekor titik panas ini menjadi momen cuaca terpanas sepanjang tiga bulan pertama di 2019.

Sambaran petir yang terjadi pada Jumat (1/3) memicu kemunculan titik api baru. Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban jiwa atau cedera, namun tiga rumah telah dihancurkan akibat kebakaran tersebut.

Dibandingkan daerah lain, tenggara negara bagian Victoria dilaporkan sebagai yang terparah mengalami kebakaran lahan. Dilaporkan hingga Minggu lebih dari 2.000 petugas pemadam kebakaran, pesawat, dan relawan diterjunkan untuk memadamkan api. 

Jelang pergantian musim diperkirakan justru menjadi tantangan bagi petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Dilaporkan Reuters, kebakaran kali ini dianggap yang terparah dibandingkan 2009 silam. Saat itu kebakaran lahan akibat cuaca panas menghancurkan ribuan rumah di Victoria, menewaskan 173 orang, dan melukai 414 orang.

Biro Meteorologi Australia mengatakan gelombang panas yang terjadi beberapa hari terakhir terhitung di atas rata-rata. Suhu panas kali ini merupakan rekor selama lebih dari satu abad terakhir.

"Ini (cuaca panas) memecahkan rekor panas selama bulan Maret di empat negara bagian di sepanjang garis pantai selatan," ucap ahli meteorologi Dean Narramore.

Selama empat hari terakhir, cuaca panas semakin parah hingga memicu kebakaran lahan di bagian selatan Australia Barat, Australia Selatan, Victoria, dan Tasmania. 

Suhu di Tasmania pada Sabtu (2/3) tercatat mencapai 39,1 derajat Celcius, atau terpanas dalam 131 tahun terakhir. (Reuters/evn)


Create Account



Log In Your Account