Kisah Warga Kalimantan yang Mengalami Dampak Kebakaran Hutan

16 Sep 2019
By: Mulat Wijayanto | Pukul 11:00 | Seksi Publikasi dan Pemberdayaan Masyarakat DPKP DKI Jakarta / Sumber : https://www.liputan6.com

Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi pada 5 provinis di Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kebakaran ini berdampak pada paparan kabut asap yang mengepung pada wilayah tersebut, sehingga menghambat aktivitas warga sekitar.

Salah seorang warga sekitar Singkawang, Kalimantan Barat, Frino Bariacianur Barus (42) mengatakan, kejadian kebakaran ini sudah terjadi dua minggu dan dampak yang ia rasakan dengan warga sekitarnya sudah terjadi selama dua sampai tiga hari.

"Saya bangun tidur tadi pagi, mata saya langsung perih, selain itu jika buka jendela asap masuk ke rumah semua," tutur Frino, Senin (16/9/2019).

Dia menambahkan, jika di pagi hari kabut asap sangat tebal karena memang tidak ada angin pada saat pagi hari, berbeda jika menjelang siang dan sore asap kabut berkurang karena adanya angin.

Frino menceritakan, warganya kini hanya beraktivitas di dalam rumah dan anak-anak pun diliburkan sekolah akibat asap tersebut. Dia juga tidak mengetahui sampai kapan anak-anak sekolah diliburkan.

Pemerintah setempat telah melakukan tindakan seperti menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker, tidak membakar sampah, dan pemerintah kota juga telah ikut menyiram lokasi titik kebakaran.

Sayangnya, daerah tersebut tidak terdapat pemadam kebakaran yang dikelola pemerintah melainkan dari swasta, sehingga masyarakat harus ikut membantu menyiramkan untuk menaggulanginya.

Tidak hanya itu di Singkawang yang mengalami kabut asap terparah, namun ada empat wilayah lainnya.

"Saya melewati Kabupaten Bengkawang, Mempawah, Rodia Pontianak, dan Kubu Raya ini merupakan wilayah terparah dengan jarak pandang 100-200 meter," jelas Frino.

Bandara Udara Internasional Supadio mengalami gangguan jadwal pemberangkatan

Selain itu, Bandar Udara Internasional Supadio di Kabupaten Kubu Raya mengalami gangguan jadwal keberangkatan dampak dari kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Frino mengungkapkan, ada beberapa jadwal penerbangan yang tertunda bahkan batal.

"Saya mengalami delay hingga pukul 19.30 WIB ke Balikpapan," katanya.

Dia menambahkan, banyak petugas bandara dan penumpang yang memakai masker.

Kepala BNPB Doni Monardo meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama Panglima TNI dan Kapolri di Riau pada Minggu (15/9/2019). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Berbeda dengan warga Balikpapan, Surya Darma (51), dia mengatakan masyarakat di sana masih bisa beraktivitas di luar rumah, tidak ada larangan untuk keluar rumah, bahkan anak-anak pun masih bisa sekolah.

"Ini belum parah, masih biasa-biasa saja, yang paling parah terjadi di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur," ujarnya.

Dia juga menambahkan, belum banyak masyarakat yang memakai masker dan penerbangan masih normal.

"Kalau di Balikpapan tidak ada masalah masih bisa normal, berbeda jika penerbangan di Samarinda yang terganggu," tuturnya.

 


Create Account



Log In Your Account