Dinas Gulkarmat Terus Disinfeksi Fasos/Fasum

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta terus melakukan optimalisasi disinfeksi di fasilitas sosial maupun fasilitas umum (fasos/fasum). Untuk optimalisasi pelaksanaan disinfeksi, Dinas Gulkarmat menyediakan 1.416 pail (ember) bubuk calcium hypocholorite sebagai bahan disinfektan.

Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Suheri mengatakan, warga yang memerlukan sterilisasi di lingkungan mereka dalam pencegahan penularan COVID-19 dapat bersurat ke Suku Dinas Gulkarmat di masing-masing wilayah.

"Bisa permohonan langsung, nanti dicantumkan kontak yang bisa dihubungi supaya nanti tim di lapangan bisa langsung koordinasi ke yang bersangkutan. Sasaran penyemprotan disinfektan sesuai panduan pencegahan, yaitu tempat yang banyak aktivitas orang, atau objek yang sering dipegang orang," ujarnya, Rabu (24/6).

Suheri menuturkan, pada setiap ember bubuk disinfektan memiliki kandungan chlorine yang pada saat digunakan untuk penyemprotan kadarnya mengikuti standar atau rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Untuk penyemprotan disinfektan di dalam ruangan atau ruang tertutup (indoor) kandungan chlorine 0,5 persen. Sedangkan, untuk penyemprotan di ruang terbuka (outdoor) kadar chlorine 0,05 persen.

"Kadar chlorine 0,05 persen untuk di luar ruangan atau ruang terbuka karena dibantu sinar UV matahari. Tapi kalau indoor 0,5 persen karena chlorine itu sifatnya meninggalkan residu jadi langsung dibersihkan dengan kain setelah 15 menit. Ini sesuai rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta," terangnya.

Ia menambahkan, personel dari Dinas Gulkarmat dalam menjalankan tugas.disinfeksi dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) lengkap dan dibekali alat penyemprot (sprayer). Usai melakukan disinfeksi para personel beserta peralatannya didekontaminasi untuk optimalisasi kesehatan dan keselamatan personel.

"Dinas Gulkarmat ada badan diklat, setiap diklat perwira satu dan perwira dua itu sudah dikenalkan dan diberikan materi atau ilmu tentang bahan-bahan berbahaya, dan mereka bisa memberikan komando atau menjadi safety officer bagi anggota-anggotanya," tandasnya.